NEWS
DETAILS
Minggu, 27 Nov 2016 21:42 - Paguyuban Honda Kudus

malam semuanya, kalian tahu Box yang sering dipakai ketika buat touring untuk menaruh barang bawan ketika saat riding dijalan supaya tidak ribet bawa barang bawan, malam hari ini kita ada sedikit cerita dari wakil ketua paguyuban honda kudus yang menyambi jualan Box untuk keperluan touring kalian ini sedikit cerita tentang wakil ketua paguyuban honda kudus yang berbisnis box untuk wilyaha se karesidenan pati bahkan ordernya bisa sampai luar kota loh...wah joos gados tenan pak wakil paguyuban honda kudus.

teman teman bisanya panggil mas bro ulil ini profil mas bro ulil dia selain jualan box dia juga member dari Honda Mega Pro Club Indonesia atau biasa disebut HMPCI Chapter Kudus, Pria yang merupakan anak terakhir dari dua bersaudara tersebut menjual box aksesoris motor yang dia jual merupakan barang impor dengan kualitas bagus, tahan banting dan tidak mudah pecah. Lalu dia pun mengambil satu di antara box yang sudah lama lalu dia banting, benar saja box tersebut tidak retak maupun pecah. “Padahal ini box sudah lama jangankan pecah, retak pun tidak ada sama sekali,” jelasnya sambil memperlihatkan boks ditanganya. Ulil lalu merinci merk box yang dia jual, yang menurutnya produk buatan Eropa, aksesoris motor dengan harga Rp 650 ribu sampai Rp 1,5 juta pder boxs. Selain boxs dia juga menjual besi braket sebagai tempat box tersebut, yang dia jual dengan harga Rp 170 per braket. “Setiap pembelian satu paket yang terdiri dari satu box dan satu braket aku beri potongan harga serta masih aku berikan sarung tangan dan masker.

Merek box itu di antaranya Divi, Kappa, dan Shad. Menurutnya dia mendapatkan barang tersebut dari distributor pemilik ketiga merk tersebut di Jakarta. Namun setelah temannya di Solo menjadi reseller, tiga merek tersebut dia diajak kerjasama untuk menjual box tersebut di Kudus.

Apalagi bila membeli dalam jumlah banyak, potongan harganya pun lebih besar,” ungkap Ulil. Pria yang sudah lulus kuliah sejak tahun 2014 itu mengaku tidak memungut biaya pemasangan braket maupun boks yang dibeli darinya. Karena menurutnya itu bagian dari pelayananya untuk para pelanggan. Ulil mengatakan setiap bulan dia bisa menjual antara lima boks sampai 20 boks. “Dari penjualan boks aksesoris motor, braket, aku bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 2 juta sebulan. Aku berharap pelangganku akan semakin bertambah karena penjualan boks dengan merk Givi, Kappa, dan Shad di Kudus, Demak, Jepara, dan Pati, dipercayakan pada saya,” ungkap Ulil

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK